Menu

Mode Gelap
 

DPRD Kalimantan Timur · 20 Okt 2023 WITA ·

DPRD Kaltim Mendorong Percepatan Penurunan Stunting melalui Peran Posyandu


 Caption: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. Perbesar

Caption: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis.

Akupedia.id, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, memberikan dorongan harapan untuk percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil Kota Samarinda, Ananda Emira Moeis menekankan bahwa penanganan stunting sudah menjadi salah satu prioritas yang dipegang teguh oleh pemerintah pusat. Selain itu, Pusat juga telah mengirimkan bantuan yang signifikan untuk mengatasi masalah stunting di Kalimantan Timur.

“Seperti belum lama ini kita bagikan ribuan makanan pendamping ibu dan balita terhadap ibu dan balita di sejumlah posyandu di Kaltim terlebih di Kota Samarinda,” kata Ananda.

Ananda Emira Moeis menjelaskan pentingnya fokus pada penurunan stunting, karena masalah ini berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia generasi penerus.

Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak-anak, tetapi juga terkait dengan kesehatan ibu saat hamil, remaja putri, dan peran posyandu dalam penanganannya. Anggota DPRD tersebut menjelaskan bahwa peran pemerintah dalam sosialisasi pentingnya posyandu sangat krusial.

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah lembaga yang memiliki peran penting dalam pemantauan kesehatan anak dan ibu. Meningkatkan pemahaman tentang bagaimana penanganan stunting dapat dilakukan oleh posyandu menjadi salah satu langkah kunci dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Selain itu, Ananda Emira Moeis menggarisbawahi bahwa bantuan yang telah diterima dari Pusat merupakan langkah awal yang positif, tetapi perlu ditingkatkan lebih lanjut.

“Pengurangan angka stunting memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah serta melibatkan masyarakat dalam upaya tersebut,” kata Ananda.

Dalam pandangannya, penanganan stunting juga memerlukan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memicu masalah ini, seperti kompleks remaja putri dan perawatan ibu saat hamil. Ini adalah faktor-faktor yang harus diperhatikan dan menjadi fokus dalam upaya mengurangi stunting di wilayah tersebut.
Ananda Emira Moeis juga menyoroti pentingnya persiapan sumber daya manusia yang berkualitas dalam mengatasi stunting. Hal ini melibatkan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan stunting.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, posyandu, dan masyarakat, diharapkan bahwa Kalimantan Timur dapat mencapai target penurunan angka stunting yang signifikan, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia generasi penerus di provinsi ini.

ADV/DPRD/FR/5

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Cipayung Plus Kalimantan Timur Memperingati Hari Sumpah Pemuda

29 Oktober 2023 - 20:32 WITA

Respons DPRD Kaltim Terhadap Suara Rakyat dalam Pembangunan Daerah

29 Oktober 2023 - 15:18 WITA

Rembuk Pendidikan Kaltim 2023: Mendorong Indonesia Emas 2045

28 Oktober 2023 - 21:59 WITA

Generasi Muda Kaltim Diminta Aktif Wujudkan Perubahan Positif

28 Oktober 2023 - 14:17 WITA

Samsun Mendukung Semangat Wirausaha Pertanian di Kaltim

27 Oktober 2023 - 13:52 WITA

Kukar Penyuplai Bahan Pangan Terbesar di Kalimantan Timur

27 Oktober 2023 - 13:37 WITA

Trending di DPRD Kalimantan Timur